Junior vs Senior

image

Kebutuhan akan tenaga fotografi akan terus ada, bukan karena pekerjaan dibidang tsb bertambah besar melainkan lebih kepada sustainable pekerja di suatu tempat yang labil untuk bertahan dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini mengakibatkan terjadinya perpindahan pekerja dari studio yang satu ke studio lainnya.

Selain itu banyak juga pekerja yang memutuskan untuk menjadi freelancer atau wirausaha sendiri, lowongan yang tercipta karena sebab ini kecil angkanya mungkin sehingga kesempatan kerja dibidang ini tidak banyak dipublikasikan cukup mengandalkan cara dari mulut ke mulut sehingga umumnya hanya beredar disekitar network mereka saja.

Padahal kebutuhan akan tenaga fotografi bisa dipenuhi dengan cara regenerasi skill dari senior ke juniornya, disamping perusahaan akan mendapatkan pekerja yang sesuai qualifikasi, murah, loyalitas tinggi karena adanya jenjang karir di perusahaan, karakteristik style pun bisa dipertahankan.

Namun cara tsb diatas bukan tanpa kendala, banyak intrik yang timbul diantara pekerja itu sendiri ketika yang namanya fotografer menyandang predikat senior atau junior apabila perusahaan tidak mampu membangun iklim yang kondusif untuk berjalannya proses regenerasi ini.

Dibutuhkan cara-cara cantik agar intrik yang timbul bisa ditekan sekecil mungkin dengan menggali hal-hal apa saja yang dianggap menjadi kendala sesungguhnya. Dan hal pasti yang selalu menjadi alasan  ketika regenerasi ini tidak jalan adalah adanya kekhawatiran di pihak senior bahwa kedudukanya akan terancam sebaliknya di sisi junior menganggap tidak adanya kepastian bahwa kalau dia sudah mau membantu kegiatan fotografer maka posisinya akan terangkat. Perlu diungkapkan juga disini bahwa seorang senior belum tentu mampu menjadi guru atau instruktur yang baik meski pengalaman dibidangnya sudah cukup lama.

Disinilah kepekaan pengelola usaha diperlukan bukan hanya membuka kesempatan karir begitu saja kepada karyawanya, tapi juga harus mampu mengawal prosesnya secara komprehensif. Disisi pekerja harus bisa dibangkitkan wacana berfikir positif akan halnya kepentingan regenerasi ini dijalankan terhadap kelangsungan pekerjaan mereka dan kelangsungan perusahaan.

Teman-teman sebagai Avatorian tentu punya pengalam langsung dengan sengitnya situasi kerja yang dihadapi antara junior dan senior ini. Pastilah merasakan bahwa sebagian waktu yang ada di jam kerja kamu adalah karena membahas hal-hal seperti ini atau akibat dari masalah di bidang ini yang seolah perusahaan tutup mata bahkan berpihak kepada pekerja seniornya. Dari avatar to avatar.

Pesan Penulis
Jika anda setuju adanya manfaat dari tulisan ini, mohon berikan atensi dengan cara klik Like atau share lebih baik lagi jika anda mengirim comment dibawah ini karena respon anda adalah energi buat penulis demi fotografi di negri ini.
TERIMA KASIH

Advertisements

About avatarfotografi


2 responses to “Junior vs Senior

  • avatarfotografi

    Sadarkah kita bahwa dimata pelanggan mereka tidak perlu melihat mana senior mana junior yg penting siapa yg akan melayani saya dengan baik disitulah mereka respect

  • avarfotografi

    Komen di sini teman, karena komenmu adalah energi buat aku menulis demi profesi yang kita cinta ini.
    Untuk menghindari spam yg tdk bertanggung jawab mohon isi nama dan email anda utk aku moderator dijamin kerahasiaan Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: