Menjadi Fotografer! Sebuah Cita-cita kah?

image

Lazimkah kita mendengar cita-cita seseorang ingin menjadi fotografer? Anda pasti ragu untuk menjawab “Ya” tapi itu bukan hal yang salah untuk dijadikan cita-cita, kan? Yang jelas fotografer sebagai sebuah pilihan profesi cukup bergengsi kedengarannya

tapi kenyataan yang terjadi adalah menjadi fotografer itu lebih karena pilihan pekerjaan bukan hal yang dicita-citakan.

Jujur saja banyak orang yang tertarik belajar fotografi pada awalnya, tapi begitu menemukan kenyataan pekerjaan sebagai fotografer hati kecil mereka meragu untuk meneruskan pekerjaan itu lebih lanjut. Karena kenikmatan yang mereka dapatkan ketika belajar fotografi, bertolak belakang dengan kenyataan profesi seorang fotografer.

Kenapa hal ini terjadi? Sebaliknya orang yang tidak berniat belajar fotografi, bisa saja begitu masuk ke pekerjaan ini bisa menemukan passion sebagai fotografer kemudian mampu sustained dengan profesi ini.

Perbedaannya adalah ketika belajar fotografi kita menciptakan kepuasan untuk kita nikmati sedangkan ketika kita bekerja sebagai fotografer, kita memuaskan orang untuk mereka nikmati melalui foto yang kita hasilkan. Memang kita dibayar untuk itu tapi belum tentu kepuasan orang berarti kepuasan kita kan? Sedangkan tingkat kepuasan seseorang belum tentu sama dan adalah sebuah misteri untuk mengetahui apa yang membuat seseorang puas. Sedangkan tuntutan sebagai seorang professional kita dipercaya tahu apa yang terbaik, masalahnya apa yang terbaik bagi kita belum tentu dapat begitu saja memuaskan orang.

Sebaliknya bagi mereka yang sejak awal belajar fotografi sebagai sebuah pekerjaan sudah dibentuk keadaan bahwa mereka dibayar untuk memuaskan orang. Sehingga mereka ini menganggap bahwa ketika orang menunjukan kepuasan itu artinya mereka sudah sukses berprofesi sebagai fotografer.

Akibatnya mereka ini belum tentu tahu seni fotografi tapi sudah mengklaim diri sebagai fotografer, padahal mereka tak lebih dari pada mesin produksi. Tapi patut diakui bahwa mereka ini adalah mesin yang efektif. Disinilah sisi komersil profesi ini berbicara, apakah anda menginginkan karya seni atau karya layak jual.

Karena itu sesungguhnya fotografer itu dilahirkan atau diciptakan? Dan apakah anda bercita-cita untuk profesi ini atau berprofesi ini untuk cita-cita yang lain? Karena anda adalah bagian dari avatarfotografi, Itulah sebabnya saya menyebut anda sebagai Avatorian.

Pesan Penulis
Jika anda setuju adanya manfaat dari tulisan ini, mohon berikan atensi dengan cara klik Like atau share lebih baik lagi jika anda mengirim comment dibawah ini karena respon anda adalah energi buat penulis demi fotografi di negri ini.
TERIMA KASIH

Advertisements

About avatarfotografi


One response to “Menjadi Fotografer! Sebuah Cita-cita kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: