Konsep Foto vs Foto Konsep

image

Apa yang kita kerjakan dalam pemotretan adalah saat krusial dimana ketika itulah The Moment of Truth akan terjadi, sebuah exploitasi emosional tercurah, sebuah karya akan lahir, sebuah gagasan tercipta, sebuah figur karakter muncul, sebuah citra identitas terungkap.

Saat dimana sesuatu yang abstrak tak terjelaskan, jiwa yang tiada raga, kini memiliki wujud yang kasat mata sehingga menjadi hal yang nyata tak tersamar tak terbantahkan, dalam subuah visual appearance, tampilan yang terekam dan terabadikan.

Itulah saat-saat yang didambakan setiap Fotografer setiap kita melakukan sesi foto, dimana setiap jepretan adalah puncak momentum waktu, sebuah vonis untuk membekukan kehidupan ini menjadi sebuah keabadian. Betapa dalamnya kepuasan yang dirasakan ketika setiap vonis-vonis yang kita putuskan, menyimpan moment terbaik sebagaimana menemukan sebutir berlian dalam pasir.

Sebuah harga yang tak bisa dinilai dengan angka ketika karya itu mendapat apresiasi dari para pelaku maupun pencinta seni yang satu ini. Namun untuk sesuatu yang sedemikian bernilai itu, bagaimanakah kita berusaha mendapatkannya? Dengan cara apakah kita lakukan? Sadarkah kita bahwa “Layakkah kita mendapatkannya dengan cara yang selama ini kita perbuat?” Sejauh mana usaha kita untuk menjadi pantas mendapatkan sebuah mahakarya? Cukupkah cara-cara yang sudah kita yakini selama ini sebagai usaha terbaik dalam mendapatkannya. Kalau ternyata kita hanya mengadu keberuntungan, berjudi dengan kemujuran, mengharap keajaiban, menunggu jatuhnya bintang di langit? Tanpa berproses, tanpa belajar, tanpa berupaya, tanpa mangasah kepekaan, tanpa melahirkan ide, tanpa menggagaskan pemikiran, tanpa mengkonsepkan sesuatu?

Pola berfikir bahwa foto itu jepret dulu nanti hasilnya baru di putuskan mana yang bagus dan tidak, baru kemudian kita mereka-reka apa judul yang cocok buat foto itu dan mengandung pesan dalam konsep yang bagaimana, kita tentukan kemudian. Intinya “Foto dulu baru kosepnya!”, inikah upaya yang kita lakukan selama ini? Bukankah ini mengadu nasib dalam mendapatkan karya terbaik? Untung-untungan, “Kali aja ada yang bagus!” Jadi pantaskah kita menyatakan sebuah foto yang kita ambil itu adalah buah karya seni? Cipta-citra rasa kesenian kita? Butuh kejujuran untuk menjawab pertanyaan ini.

Sebaliknya jika kita mengawali sebuah sesi pemotretan dengan menentukan gagasan yang ingin kita angkat, kemudian kita melakukan survey atas apa saja yang melingkupi gagasan itu, mempelajari aspek-aspek pendukungnya, kemudian mengkonsepkannya sebagai sebuah ide, menyatukan segala yang diperlukan dalam sebuah sesi pemotretan, “Konsep dulu baru foto”,  sejatinyalah pendekatan-pendekatan yang kita persiapkan akan membuat kita semakin dekat dengan tujuan kita dalam mendapatkan sebuah karya cipta yang menjadi citra sentuhan kesenian kita? Buah karya dari kepekaan kita dalam melihat isi dunia ini?

Jadi kalau kita tidak berkonsep, kita tidak bisa foto? Bukan itu maksudnya, karena setiap hari setiap saat yang namanya The Golden Moment bisa berlalu begitu saja didepan kita dan kita melewatkannya tanpa menyadari sudah kehilangan sesuatu. Karena kita tidak melatih kepekaan kita, kewaspadaan kita, intuisi kita, kemampuan teknis kita, yang membuat kita tidak mampu menyimpulkan bahwa sesuatu dihadapan kita akan menjadi sebuah karya yang penuh momentum dengan sedikit sentuhan saja. Sebab kita tidak pernah menghargai sesuatu yang tersirat dari sebuah peristiwa, kita hanya bisa melihat hal-hal yang vulgar, glamour, bombastis, yang mudah menarik perhatian orang kebanyakan. Sebaliknya mengabaikan hal-hal sedehana, kecil, polos, lugu, terbuang, terkucilkan, sepele.

Dengan segala kerendahan hati kita seharusnya tidak mudah puas, bangga, jumawa, terangkat dengan pujian orang yang terlontar tanpa dasar yang jelas, tanpa argumentasi yang punya arti, tanpa komentar yang mengusik kesadaran mata dalam melihat. Hanya acungan jempol di sosial media, kata-kata “Top” ,”Yes” , “Salut” , “Mantab” , yang keluar karena dasar penilaian feeling saja, menunjukan mereka pun tidak tahu proses apa yang terjadi dibalik karya yang begitu impresif, apalagi kalau dilontarkan oleh sesama fotografer juga. Terbayang sudah sampai dimana referensi mereka tentang foto yang bagus, jadi jika kamu mau melatih kepekaan kamu cobalah ulas dengan hal-hal yang menjadi ketertarikan itu sendiri kemudian mencari aspek-aspek apa saja yang membuat foto itu menjadi sempurna, menarik perhatian, menantang kita untuk mencoba. Dengan begitu berarti kita sedang berproses untuk bagaimana mengolah ide, gagasan, menjadi kosep yang dapat dieksekusi dan dapat kita harapkan menjadi cara kita mendapatkan karya yang dapat dipertanggung-jawabkan kedalaman maknanya.

Apalagi sebagai Avatorian anda harus terbiasa bekerja dengan planning yang jelas dan dapat di presentasikan sebagai materi yang membangkitkan expektasi positif dimata klien. Sehingga fotografer tidak dianggap hanya sebagai eksekutor melainkan sebagai kontributor dalam argumentasi-argumentasi krusial tentang unsur fotografi dan peranannya di sisi advertensi mereka.

Pesan Penulis
Jika anda setuju adanya manfaat dari tulisan ini, mohon berikan atensi dengan cara klik Like atau share lebih baik lagi jika anda mengirim comment dibawah ini karena respon anda adalah energi buat penulis demi fotografi di negri ini.
TERIMA KASIH

Advertisements

About avatarfotografi


2 responses to “Konsep Foto vs Foto Konsep

  • dewo

    sebuah mahakarya biasanya tidak serta merta muncul begitu saja, ada perencanaan2 dari sebuah dream team, dan sebuah dream team biasanya memiliki bobot yang lumayan berat, sehingga diperlukan virtual asset yang dapat menggerakkannya hingga akhirnya menggelinding sesuai dengan arahnya konsep.

    • avarfotografi

      Memang ide kreatif itu datangnya dg cara2 luar biasa, mimpi salah-satunya klo menolak cara2 gak biasa yaaa artinya gak ada perbedaan alias biasa2 aja maka itu jgn anti-pati dg pemikiran ‘gak biasa’ jgn-jgn kita tergolong yg konservatif!!! Apa maksud virtual asset? Mhn p.jelasan TQ comment-nya! Mana yg lain? Boleh dong bagit opinimu! Ditunggu pls.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: