Keahlian vs Kesuksesan

image

Ketika kita sadar ingin lebih maju dalam kehidupan, maka belajar adalah kuncinya. Dengan belajar kita lantas menjadi “Tahu Sesuatu”, kemudian berlanjut menjadi “Bisa” akan sesuatu. Setelah bisa kemudian kita berkembang menjadi “Ahli” pada suatu hal, lalu kemana? Apalagi setelah itu? Apakah setelah itu yang namanya kemajuan tadi sudah tercapai?
Anda yang selama ini mengejar untuk sebuah pencapaian sampai anda merasa cukup berhasil, menjadi ahli, menjadi piawai, hapal luar dalam, boleh adu kalau perlu. Apakah anda mencapai sukses dalam hidup? Cukupkah hasil yang anda terima saat ini dengan pencapaian yang anda anggap sukses itu? Hilangkah semua kesulitan anda dengan pencapaian semua itu? Kalau nyatanya hidup anda masih bergantung pada orang lain, bergantung pada keputusan orang? Berharap nasib baik akan datang? Ada perhatian dari atasan atau pimpinan? Menunggu dengan sabar tahun demi tahun, berganti atasan, berganti peraturan, berganti teman, berganti keadaan! Benarkah ini yang sudah anda lakukan? SAMPAI KAPAN?

Menjadi ahli saja bukanlah kunci untuk sukses, teman. Janganlah berbangga hati dengan pencapaian yang satu ini. Merendahkan pekerjaan orang lain karena kita tahu kita bisa lebih baik. Mempamerkan kemampuan diri karena orang lain tidak sanggup. Menguasai keahlian yang orang tidak bisa. Sampai menyimpan pengetahuan yang orang lain tidak boleh tahu. Maksudmu agar kamu tetap dianggap ahli, begitu?

Karena banyak bukti yang menunjukan untuk menjadi sukses kamu tidak perlu menjadi “Ahli”. Cukup menjadi “Tahu” bahkan sekedar “Bisa”. Sisanya adalah mengerti bagaimana mengelola sesuatu menjadi jalan menuju sukses. Karena banyak orang ahli yang bekerja pada orang sukses, dibayar oleh orang sukses. Tanpa seorang sukses merasa harus lebih ahli dari bawahannya. Bayangkan kalau untuk jadi pengusaha salon kecantikan anda harus jadi banci lebih dulu!

Kesuksesan adalah kemampuan menjadikan unsur-unsur didalamnya bersinergi menjadi ikatan kesatuan fungsi dalam menciptakan peluang menjadi kenyataan yang memberi dampak keuntungan bagi semua pihak yang berperan. Dan unsur-unsur tersebut adalah resource, skills, productions, marketing, management dan finance. Jelaslah kalau anda hanya mengandalkan keahlian, itu baru unsur skill saja. Bagaimana anda mengenal unsur-unsur lainya, kalau waktu anda habis sedemikian lama hanya untuk menjadi ahli? Apalagi kalau anda mengangap tidak perlu berususan dengan hal-hal diluar skill anda? Sikap tidak perduli anda itulah yang menutup jalan sukses anda sendiri.

Sikap gak mau tau dalam pekerjaan, sikap masa bodoh urusan lain, bukan tanggung jawab gue, justru tidak akan membuat anda semakin bertumbuh dalam pekerjaan. Bukan berarti kita harus ikut campur urusan orang, melainkan dengan kepedulian pada rekan kerja itulah yang membuat kita bisa menjalankan fungsi kita yang seharusnya. Dengan demikian keberadaan kita sebagai seseorang dengan keahlian itu bukan menjadi beban tapi menjadi solusi dalam lingkungan kita.

Lalu apa arti unsur-unsur tadi? Apakah itu yang dimaksud dengan resource, skills, productions, marketing, management dan finance? Penulis akan lanjutkan penjelasanya jika memang respon anda cukup positif untuk tahu lebih banyak. 

Pesan Penulis
Jika anda setuju adanya manfaat dari tulisan ini, mohon berikan atensi dengan cara klik Like atau share lebih baik lagi jika anda mengirim comment dibawah ini karena respon anda adalah energi buat penulis demi fotografi di negri ini.
TERIMA KASIH

Advertisements

About avatarfotografi


2 responses to “Keahlian vs Kesuksesan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: