Photography Lighting on Location “Photo Booth”

image

Semakin maju teknologi fotografi bukan berarti semakin baik bisnis foto untuk digeluti. Sebaliknya tantangan semakin berat menghadang, para pemain di bisnis ini di tuntut  untuk semakin  jeli, semakin kreatif, semakin aktif mencari peluang-peluang baru dan untuk selalu berinofasi mengembangkan bentuk-bentuk penawaran jasa fotografi yang mudah diserap para konsumennya juga menarik minat mereka untuk tetap menghargai sisi profesionalisme fotografer kita.

Sehingga dapat tetap memunculkan minat mereka dalam menggunakan jasa sebuah perusahaan foto, meski teknologi sudah sedemikian dekat dalam memudahkan cara orang mendapatkan foto yang baik.

image

Satu pilihan untuk di prospek oleh anda yang masih setia bergelut dengan dunia bisnis foto ini adalah jasa Photo Booth (PB) untuk berbagai acara. Karena terbukti keberadaannya di sebuah acara dapat meningkatkan awareness dan mengundang keramaian untuk berkumpul. Seperti apa bentuk dan penggarapannya, tergantung pada kreatifitas dan sinergi dengan tema acara yang  berlangsung.

image

Beberapa hal yang sering terjadi pada saat penggarapan PB diantaranya :
1. Penggunaan alat yang minim, hal ini dikarenakan keterbatasan ruang dimana panitia sudah menentukan bersama keberadaan stand lainnya.
2. Waktu pemotretan yang terbatas, mengingat acara utama bukan untuk foto-foto semata.
3. Terkadang booth itu sendiri sudah dibangun suplier lain dimana penempatan props, ornamen dan penggunaan meterialnya bisa menyulitkan pemotretan seperti backdrop yang refleksi dengan flash light.
4. Meski tujuannya menciptakan kemeriahan, tapi justru dengan ramainya pengunjung bisa terjadi kekacauan dalam penggarapan, seperti antrian yang tidak jelas, aturan foto yang tidak diperhatikan, jumlah crew yang tidak memadai.
5. Dipihak pelaksana PB sendiri sering terjadi ketidak-siapan peralatan ketika dihadapkan pada jumlah pemotretan yang begitu banyak dan begitu cepat untuk dikerjakan.

image

Hal-hal seperti diatas tentunya membutuhkan tenaga pelaksana PB yang berpengalaman dengan portofolio yang recommended agar kesuksesan acara tidak terganggu dengan keberadaan PB itu sendiri. Jadi jangan sembarangan anda yang biasa terjun dengan foto liputan sekalipun menyanggupi untuk menggarap PB jika anda belum pernah melakukannya sendiri. Beberapa hal yang sering tidak diperhitungkan oleh pelaksana PB diantaranya :
1. Harga jual murah, bahkan gratis bagi pengunjung.
2. Jam operasi yang panjang, atau justru terlalu singkat sehingga omzet tidak sampai.
3. Tidak ada kontrak kerja dengan panitia, atau terjadi hal-hal diluar kesepakatan kontrak itu sendiri.
4. Sulit menentukan harga penawaran, atau bentuk kerjasama kepada panitia karena belum ada gambaran yang jelas tentang kondisi acara yang akan berlangsung.
5. Sulit menentukan peralatan yang akan digunakan dan crew yang bagaimana harus disediakan mengingat biaya dan penawaran yang justru bergantung keberadaan acara nantinya.

image

Hal-hal diatas memang sarat dengan unsur spekulasi tapi kalau anda berhasil mengelolanya justru akan terbukti bahwa penggarapan PB itu modal kecil omzet lumayan kerja gampang karena selesai acara selesai juga kerja kita (beberapa acara bisa seperti ini). Seringkali yang menjadi exspektasi pelaksana PB dengan pengunjung berbeda jauh dimana kita sebagai pelaksana tentunya akan berusaha mendapatkan foto sebaik mungkin sedangkan pengunjung belum tentu demikian karena kriteria bagus yang diharapkan bisa jadi bukan prioritas pertama dibanding dengan cepat, mudah, murah, menyenangkan, baru kemudian bagus hasilnya.

image

Semua hal diatas menjadikan pelaksana PB mau tidak mau harus melakukan banyak penyesuain dan efisiensi dalam pola kerjanya agar dapat sejalan dengan kebutuhan acara dan menciptakan kelancaran pelaksanaan sehingga peluang mendapatkan keuntungan akan timbul dari proses persiapan yang mudah, pelaksanaan yang sederhana namun dengan penjualan atau penawaran yang tinggi.

image

Tuntutan terbesar yang harus dihadapi selain masalah pekerjaan administratif dan cash flow dilapangan adalah bagaimana pengerjaan foto itu sendiri harus dipersiapkan seefektif dan seefisien mugkin. Seperti sebelumnya diungkap diawal kesulitan teknis pemotretan bisa timbul karena banyak hal. Yang paling sering seperti space yang terbatas membuat kita sulit mendapatkan jarak tembak yang ideal. Posisi lighting yang sangat ketat, apalagi ditambah material background yang rata-rata dibuat dengan digital print berbahan vinyl atau flexy banner, yang tingkat refleksinya sangat tinggi. Yang tentu saja akan mempengaruhi hasil foto karena akan merusak detail ornamen backdrop dan membuat foto tidak natural (terlalu flashy). Padahal begitu difoto dengan gadget, yang tentu saja sangat baik didesign pada availabel lights, bisa jadi foto kita malah kalah baik bagi pengamatan awam.

image

Ini artinya metode pemotretan ala studio lighting menjadi tidak berdampak positif jika diterapkan mentah-mentah, tanpa memperhitungkan kondisi di atas. Jadi harus diterapkan cara-cara kombinasi antara teknik lighting pada foto studio dengan teknik lighting pada foto liputan. Karena kalau mau melakukan foto tanpa flash pun sebetulnya kamera SLR sekarang juga mampu menyamai teknologi gadget tapi buat tampilan sebuah foto booth keberadaan perangkat studio menjadi prestis buat pelaksana PB dan panitia acara. Apalagi secara umum penataan lighting ruangan oleh design interior sekalipun tetap saja berbeda dengan kebutuhan foto dengan objek orang, karena interior dipertimbangkan dalam kondisi keseluruhan wide open space sedangkan fotografi membutuhkan pencahayaan dalam close up human face.
Beberapa teknik lighting yang mungkin bisa diterapkan adalah :
1. Bounch Light dimana kita menerangi objek tidak secara direct melainkan dengan memantulkan ke objek tertentu
2. Diffused Light mengkombinasikan beberapa bounch light sehingga menimbulkan efek baur pada pencahayaan
3. Fading Light dimana cahaya di arahkan secara menyamping seolah tidak mengarah kepada objek sehingga hanya biasnya saja yang kita manfaatkan
4. Spot / Snoot Light yaitu dengan memusatkan cahaya sehingga hanya menerangi bagian yang kita inginkan saja
5. Butterfly Light penempatan lampu tinggi diantara objek dan kamera dengan karakteristik seperti pada pilihan 4 diatas

image

Beberapa teknik lighting diatas harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pemotretan sehingga akan didapat kombinasi yang tepat dan efektif berhasil. Disamping itu dibutuhkan pula teknik pemotretan yang berorientasi pada waktu dan moment yang photo needs, maksudnya diperlukan kerjasama antara fotografer dan crew pendamping yang kompak dalam mengatur flow dan dapat menciptakan kesempatan untuk di capture dalam kondisi singkat tapi efektif dengan ekspresi menarik. Hal ini sering terabaikan dalam persiapan pelaksanaan PB dan berakibat pemotretan dianggap terlalu lama dan hasil tidak memuaskan.

Begaimana menurut anda sekarang? Bukankah semua ini fakta nyata terjadi dilapangan? Bayangkan apa jadinya jika aspek-aspek di atas tidak menjadi bahan pertimbangan? Termasuk dalam jenis penggarapan PB adalah foto prosesi wisuda, foto Meet and Great, foto dengan Character Figure, foto Character Costume, foto Red Carpet, foto Hall of Fame dan masih banyak lainya yang bentuk dan nama yang bemacam-macam.

Pesan Penulis
Jika anda setuju adanya manfaat dari tulisan ini, mohon berikan atensi dengan cara klik Like atau share lebih baik lagi jika anda mengirim comment dibawah ini karena respon anda adalah energi buat penulis demi fotografi di negri ini.
TERIMA KASIH

Advertisements

About avatarfotografi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: